Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, February 21, 2011

Kuingin Menangis Penuh Rindu

Dalam sudut ruang temaram
Terhampar niat menjemput rindu
Menatap wajah Kekasihku
Yang tak pernah pergi menjauh

Bulir-bulir sejuk yang membasahi wajahku
Memadamkan titik api neraka
Menghantarkan kesucian dan keindahan
Dalam tubuh penuh penghambaan

Terpejam
kumenanti getar itu dihatiku
Lambat sekali ia datang
Bahkan berkali-kali aku kehilangan

Oh Cintaku Yang Maha Agung
Kemanakah rasa itu menghilang?
Betapa hati ini telah kehilangan kelembutan
Tergerus deras zaman kemunafikan

Rindu..
Aku ingin bersimpuh penuh rindu
Dalam doa mengingat utuh kebesaranMu
Seperti rindu yang selalu dirasakan Rasulullah
bersama denyutan nadi dan alirah darahnya

Cinta..
Aku ingin menangis penuh cinta
Dalam harap memohon ampunanMu
Seperti tangis Rasulullah yang mengisi
kekhusyukan malam  bersamaMu

**Mencari kekhusyukan hati** 

Thursday, December 23, 2010

Mas Faiz Melembutkan Hatiku

Kemarin adalah pertama kalinya aku berkenalan dengannya. Perkenalan di dunia maya, mengamati wajah dalam fotonya, melihat senyumnya, sungguh menyejukkan hati. Hatiku semakin bergetar ketika aku membaca puisi-puisi indah yang dituliskannya penuh cinta. Cerita-cerita istimewa yang mengantarkan rasa simpati dan empati yang mendalam pada penderitaan yang dialami penghuni dunia. 

Faiz Abdurrahman. Seseorang yang.. subhanallah.. membuatku tak mampu berkata apa-apa selain mengucap syukur kepada Allah. Syukur karena mengirimkan seorang anak manusia yang mengingatkanku untuk selalu menyayangi saudara-saudara kita yang miskin dan papa. Takjub karena pada usianya yang masih sangat belia, ia mampu merasa lebih peka dan berpikir lebih bijak. Puisi dan cerita yang dituliskannya menyentuh hatiku, mengguncang logikaku, membuncahkan keimananku. 

Dimana aku ketika ia dengan usianya yang belia sudah sibuk memikirkan cara untuk membangun sebuah rumah yang nyaman untuk anak-anak yatim piatu? Dimana aku ketika ia telah mampu memberikan seluruh penghasilannya untuk kakak dan adik asuhnya? 

Sungguh semuanya membuatku hanya mampu tertunduk malu. Aku yang telah mengalami kehidupan dua kali lebih lama darinya, belum mampu berbuat sebanyak apa yang telah ia perbuat. Bahkan belum mampu menata hati untuk ikut menangis karena derita saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Untuk ikut menanggung derita Ibu Pertiwi Tanah Air Indonesia. Seringkali aku mengeraskan hati saat sesosok ibu tua meminta uluran tangan dariku. Bahkan aku tak pernah peduli pada kontribusiku untuk kemajuan negara ini.

Aku kagum pada kelembutan hatimu, Faiz. Aku kagum pada nilai yang diajarkan kedua orangtuamu. Kesabaran yang tidak berbatas, buah dari ketakwaan, bersama diri yang selalu bersyukur. Semoga Allah selalu menjagamu dalam ketaqwaan, adikku sayang..

Ya Allah, pada hari ini..
Aku menundukkan kepala dan hatiku
Memohon ampunan dari-Mu yang Maha Pemurah..

Sungguh aku manusia
Tak pandai bersyukur dalam ujian-Mu 
Tak bisa bersabar dalam karunia-Mu.. 

Pada hari ini Kau ingatkan kami

Untuk senantiasa mencintaiMu 
melebihi gelimang keindahan dunia..

Untuk senantiasa mencintai senyuman 

di wajah saudara-saudara kita 
melebihi gelimang harta benda..
Untuk senantiasa menebar kebaikan 
di muka bumi..

Aku memohon pada-Mu

Wahai Kekasih 
Yang Maha Lembut
Berikanlah kami kelembutan hati
sehingga cinta ini 
selalu tercurah atas nama-Mu 

Tuesday, December 21, 2010

Untuk 30 tahun yang akan datang


Ya Allah, Sang Pemilik semua mahluk didunia ini..
hari ini telah kau genapkan umur seorang mahluk-Mu yang hamba cintai
seorang mahluk yang telah menggenapkan separuh dien dalam kehidupanku
sebagian dari hidupku.. ayah dari buah hatiku..

Sang Maha Pengasih, izinkan hamba memohon kepadaMu hari ini..
Karuniakanlah kepadanya hidayah agar ia selalu mengingatMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada kami..
Karuniakanlah kepadanya kasih sayang agar ia selalu mencintai seluruh umatMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada gelimang harta..
Karuniakanlah kepadanya kesabaran agar ia selalu lulus dalam setiap ujianMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada nafsu dunia..

Ya Rabb..
izinkan juga hamba meminta untuk 30 tahun yang akan datang..
jika engkau mencukupkan umurku hingga saat itu tiba.. 
kuingin cintaku untuknya masih indah seperti hari ini
tulus ikhlas berlandaskan cinta untukMu..
kuingin tanganku masih dapat memeluknya seperti hari ini
membangunkannya di 1/3 terakhir malam untuk mendekat kepada-Mu..
kuingin senyumku untuknya masih terukir seperti hari ini
meringankan langkahnya, menenangkan hatinya, menguatkan semangatnya..
untuk selalu menjadi hambaMu yang terbaik.

(Teruntuk Suamiku, Alhamdulillah Allah memanjangkan umurmu,, nikmat yang selalu kusyukuri dalam setiap hembusan nafas)
Jakarta, 25 Oktober 2010