Monday, February 21, 2011

Kuingin Menangis Penuh Rindu

Dalam sudut ruang temaram
Terhampar niat menjemput rindu
Menatap wajah Kekasihku
Yang tak pernah pergi menjauh

Bulir-bulir sejuk yang membasahi wajahku
Memadamkan titik api neraka
Menghantarkan kesucian dan keindahan
Dalam tubuh penuh penghambaan

Terpejam
kumenanti getar itu dihatiku
Lambat sekali ia datang
Bahkan berkali-kali aku kehilangan

Oh Cintaku Yang Maha Agung
Kemanakah rasa itu menghilang?
Betapa hati ini telah kehilangan kelembutan
Tergerus deras zaman kemunafikan

Rindu..
Aku ingin bersimpuh penuh rindu
Dalam doa mengingat utuh kebesaranMu
Seperti rindu yang selalu dirasakan Rasulullah
bersama denyutan nadi dan alirah darahnya

Cinta..
Aku ingin menangis penuh cinta
Dalam harap memohon ampunanMu
Seperti tangis Rasulullah yang mengisi
kekhusyukan malam  bersamaMu

**Mencari kekhusyukan hati** 

Saturday, February 5, 2011

Phuket Here We Come!


Berbekal tiket promo airasia seharga 400.000 PP/orang, saya, suami dan anak saya (aqqil) akhirnya berangkat ke phuket island pada hr minggu kmrn. Jam 18.00, kita bertolak dari bandara soekarno hatta naik pesawat airbus 320. Di pesawat aqqil gak mau diem sama sekali, ia lari-lari masuk ke kabin belakang, ganggu-gangguin mbak pramugari.hehe

Jam 21.00, kita sampai di phuket international airport, jangan lupa ambil peta phuket yang disedian gratis didalem bandara. Keluar bandara, di sebelah kanan ada meja agen travel yang nawarin minivan ke arah patong dengan harga 150bath/org. Kalo naik taxi meter, sekitar 400bath (1 bath = 310 rupiah). Karna kita mau wisata murah, jadi kita milih naik minivan aja. Minivan yang ke arah kata dan karon juga ada, seharga 180 bath/orang. Minivan itu kaya mobil travel cipaganti jkt-bdg. Pas kita masuk, didalem udah penuh sama bule-bule sekitar 7 orang. Gak berapa lama, masuk lagi 2 orang lainnya, dan kita langsung jalan menuju patong. Di tengah jalan, minivan sempat berhenti sebentar, untuk menanyakan posisi hotel yang dituju. Selain itu mereka juga nawarin paket tur, tapi menurut temen saya harganya masih lebih mahal, jadi mending ga usah diambil.
Minivan nganterin kita persis di depan hotel yang kita tuju. Kita nginep di M&K Guesthouse, di daerah soi banzaan, patong. Dari luar bentuknya kaya ruko, tapi kamarnya ternyata bersih dan lengkap, ada kulkas, tv, ac, hot/cold shower. Air panas juga disediain di dapur, jadi kita bisa ambil semaunya., buat makan popmie,hehe. Dengan room rate 450 bath/malam, qta booking via hostelbookers, guesthouse ini udah sangat-sangat lumayan banget. Malam itu kita cepet-cepet tidur, supaya besok bisa jalan-jalan dengan semangat.Day 1 : Keliling Phuket Island Naik Motor
Kita bangun pagi-pagi banget, karena disana kita gak yakin sama makanannya halal atau gak, akhirnya kita sarapan roti isi ayam yang dijual di 7-11. Harganya 20 bath/pcs, lumayan buat ganjel perut sampe nanti siang. Karna sewa motor di hotel tempat kita nginep mahal, akhirnya kita jalan-jalan cari tempat sewa motor yang lain.
Udah jam 8, tapi hampir semua tempat masih pada tutup. Orang thai disana emang pada buka toko nya diatas jam 10, karena mereka buka sampe malem banget. Akhirnya, setelah muter-muter tuh jalan ampe 4 kali, ada juga orang thai yang mau bantu kita. Dia telfonin temennya, dan kita dikasih harga 200 bath/day. Gara-gara nyariin sewa motor, kita jadi kesiangan jalan-jalan deh, jadi langsung ngaciiirrr..Tempat pertama yang kita datangin adalah patong beach. Pantainya penuh sama bule-bule yang lagi pada berjemur. Karna masih banyak yang harus didatengin, akhirnya cuma aqqil aja yang main pasir dan sempet berenang.Dari patong, kita turun ke selatan, ke arah pantai karon. Pantainya mirip-mirip dengan patong, cuma lebih sepi. Penginapan didaerah sini juga lebih mahal, karena katanya pantai disini lebih eksklusif. Dari pantai karon, kita jalan ke tengah pulau phuket, menuju wat chalong. Tempat sembahyang orang thailand yang beragama buddha.Gak jauh dari wat chalong ini, sebenernya ada big buddha diatas bukit, view phuket bisa keliatan bagus bgt dr atas sana. Sayangnya, waktu kita terbatas, jadi gak sempet deh naik keatas bukitnya.Dari sini, kita langsung ke prophtem cape. Tapi, dijalan kita sempet nyasar dulu di daerah yang namanya rawai beach. Di rawai beach ini, pantainya jelek, karena daerah ini keliatannya perkampungan nelayan. Akhirnya kita mutusin buat makan seafood dulu disini, kerang yang besar-besar dan jus nanas. mmm, yummy! Waktu udah menunjukkan pukul 16.30, karena kita pengen sampe di propthem cape sebelum maghrib, maka kita buru-buru langsung jalan kesana. Prophtem cape ini adalah ujung paling selatan dari pulau phuket, yang katanya adalah tempat paling bagus buat liat sunset.Ternyata waktu sunsetnya jam 18.30, masih lama banget kalo mau nunggu sunset. Akhirnya kita foto-foto, naik ke atas menara, dan menikmati langit yang keren banget menjelang sunset. Gak sempet tunggu sunset, kita langsung meluncur lagi ke kata beach. Pantai nya udah sepi, karena langit juga sudah mulai gelap. Di deket sana, ada kata view point dimana kita bisa liat garis pantai putih sepanjang pesisir phuket.Dari pantai kata, kita langsung pulang kerumah. Aqqil udah kecapen dan bobo di sepanjang jalan. Waktunya istirahat dan nge-charge energi buat besok lagi. Sebelum pulang, kita sempet isi bensin dulu, seharga 80 baht full tank. 

Day 2 : Phi-phi Island Tour
Hari kedua kita mutusin untuk ikut tur ke pulau phi-phi. Kita booking dari travel agent yang ada di sebelah guesthouse kita. Dapet harga 1200bath/orang. Aqqil gak perlu bayar, karena masih infant. Kita dijemput jam 8 dari guesthouse pake minivan, langsung menuju marina pier. Di pier, udah ngumpul rombongan yang mau berangkat tur. Jam 1/2 10 kita naik speedboat langsung menuju pulau phi-phi. Saat itu, ombaknya lagi besar banget, jadi speedboat nya bener-bener lompat-lompat dihantam ombak. Beberapa bule aja sampe mual dan muntah. Saya juga sempet ngerasa puyeng. Tapi alhamdulillah aqqil tetep santai santai aja. Great boy!Tempat pertama yang kita datengin adalah maya bay. Tempat syuting film the beach-leonardo dicaprio. Tapi sayangnya, gak sepi kaya di film, hari itu maya bay crowded banget sama rombongan turis.Santai-santai di maya bay kita cuma dikasih waktu 30 menit, selanjutnya kita diajak agak ke tengah laut, untuk snorkeling dan berenang. Tapi waktu yang dikasih juga cuma 30 menit, gak puas deh kita main airnya. Dari situ, kita sightseeing ke pileh lagoon, loh samah bay, viking cave dan monkey beach.Jam 2 siang, kita diajak makan di phi-phi don island. Makanannya lumayan enak, dan dijamin halal. Acara makan ini udah termasuk dalam paket tur, jadi ga perlu bayar lagi. Setelah makan, kita foto-foto dan santai-santai dulu di pinggir pantai, sambil nunggu makanan turun sebelum diguncang-guncang lagi sama ombak.Setelah itu, kita lanjut lagi ke pulau terakhir, Khai Island. Di pulau ini sebenernya kita bisa ngasih makan ikan di pinggir pantai. Tapi pada saat itu, air laut sedang surut, sehingga lautnya jadi dangkal banget. Ikan-ikan adanya ditengah-tengah. Suami saya bahkan sempet kena bulu babi. Duh, sakit! Kata guide kita, obatnya adalah nanas. Bener juga lho, abis ditempelin nanas, sakitnya langsung ilang. Abis santai-santai di bangku pantai, kita langsung naik speedboat lagi, balik ke phuket island.Sampe phuket udah jam 1/2 7 malem, langsung mandi, makan dan istirahat. Karena aqqil udah kecapean. :)

Day 3 : Sunbathing @ Patong beach
Kemarin kita sempet ditawarin tur james bond seharga 1200 bath/orang pake speedboat, atau 900 bath/orang pake long tail boat. Tapi, berdasar pengalaman tur kemaren yang cape banget, dan berasa dikejer2 kompeni melulu. Akhirnya hari ini kita mutusin untuk santai santai di pantai patong. 
Dari guesthouse, kita jalan kaki ke patong beach, lewat jungceylon mall. Sempet foto-foto dulu di sana, sambil istirahat.
Sampai di pantai patong jam 8, kita sewa kursi pantai, seharga 200 bath/ 2 kursi.Pantai masih agak sepi, belum ada bule yang berjemur. Aqqil memuaskan diri main pasir dan berenang berkali-kali. Sementara ayah dan bunda bisa relaxing sejenak memandang birunya laut dan langit. what a beautiful holiday!Setelah puas main-main di pantai, kita makan di king burger dan jalan pulang ke guesthouse. Kita harus siap-siap, karena jam 5 kita harus berangkat ke airport, untuk balik pulang ke jakarta. Thanx Phuket, hope we can visit u again.. :)

Jakarta, 5 Februari 2011

Monday, January 3, 2011

Dukaku Untuk Ghaida

Tanpa sengaja mataku tertuju pada monitor komputer seorang teman disampingku.
Berita salah satu media online yang muncul disana sangat mengejutkanku.
Betapa tidak?
Headline berita itu berbunyi : "Aa Gym - Teh Ninih Bercerai"
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. hatiku menahan perih.

Aa Gym, seorang dai yang pernah sangat kondang, disukai oleh kaum muslim tanah air dari berbagai kalangan. Berdakwah dengan logatnya yang khas sunda, cerita-ceritanya yang lucu, membuat ajaran Islam begitu mudah dimaknai dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara Teh Ninih, istrinya, tampak setia mendampingi Aa Gym dalam kesehariannya. Dengan kesederhaannya, rasa rendah hatinya yang tampak dari caranya berbicara, serta kemampuannya merawat dan mendidik ketujuh anaknya, menimbulkan decak kagum yang tak terhenti. Pasangan yang sempurna, keluarga yang sakinah.
Mungkin inilah bukti ungkapan bahwa dibalik suami yang sukses, terdapat istri yang berhasil!

Namun kesempurnaan itu seolah berbalik 180 derajat, ketika Aa Gym memutuskan untuk menikah lagi dengan istri keduanya, Teh Rini. Janda tiga anak yang notabene masih muda, cantik, dan mantan model itu, serta merta memunculkan macam-macam prasangka dalam pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih. Banyak wanita yang turut merasa terluka, dan kecewa dengan pilihan hidup dai favoritnya tersebut. Turut terluka pada Teh Ninih yang merelakan hati suaminya untuk berbagi. Kekecewaan ini bahkan berbuntut pada penurunan secara signifikan jumlah umat yang menghadiri setiap acara dakwah Aa Gym.

Kini, perpisahan antara keduanya tak terelakkan lagi. KH Miftah Faridh telah membenarkan kabar tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima Miftah, Aa Gym telah memberikan dua kali talak, satu kali rujuk pada Teh Ninih. Aa bilang berpisah merupakan solusi terbaik bagi dirinya dan Teh Ninih. Aa juga bilang sudah tidak mampu lagi memberikan nafkah lahir dan batin pada Teh Ninih.Pilihan yang tidak mudah tetap harus dijalankan, sekalipun itu paling dibenci oleh Allah.
Astagfirullah, Semoga Allah meridhoi mereka.
Sungguh hati saya teriris dan menangis. Satu lagi kisah cinta manusia yang harus kandas di tengah perjalanan. Satu demi satu hati yang (lagi-lagi) harus terlukai. Bagaimanapun, perpisahan tidak hanya menyisakan luka di hati suami istri, namun juga mengukir tinta pedih dalam hati anak-anak yang tak mungkin terhapus. Anak-anak yang tak punya pilihan, untuk ikut terhanyut dalam karamnya bahtera rumah tangga. Pernah merasakannya membuatku mengerti pedih yang dirasakan. Pedih itu berujung pada doa agar tak ada lagi anak-anak yang harus mengalaminya.
Semoga Allah menguatkan hati kalian, saudara-saudaraku, 
Ghaida, Ghazi, Ghina, Ghaitsa, Ghefira, Ghaza, dan Gheriya. Allah pasti punya setumpuk cinta dan kasih sayang yang bertebaran di balik semua peristiwa ini. Biarkan imanmu menghanyutkan duka dan lara di hatimu.

Jakarta, 3 Januari 2011 

Thursday, December 23, 2010

Mas Faiz Melembutkan Hatiku

Kemarin adalah pertama kalinya aku berkenalan dengannya. Perkenalan di dunia maya, mengamati wajah dalam fotonya, melihat senyumnya, sungguh menyejukkan hati. Hatiku semakin bergetar ketika aku membaca puisi-puisi indah yang dituliskannya penuh cinta. Cerita-cerita istimewa yang mengantarkan rasa simpati dan empati yang mendalam pada penderitaan yang dialami penghuni dunia. 

Faiz Abdurrahman. Seseorang yang.. subhanallah.. membuatku tak mampu berkata apa-apa selain mengucap syukur kepada Allah. Syukur karena mengirimkan seorang anak manusia yang mengingatkanku untuk selalu menyayangi saudara-saudara kita yang miskin dan papa. Takjub karena pada usianya yang masih sangat belia, ia mampu merasa lebih peka dan berpikir lebih bijak. Puisi dan cerita yang dituliskannya menyentuh hatiku, mengguncang logikaku, membuncahkan keimananku. 

Dimana aku ketika ia dengan usianya yang belia sudah sibuk memikirkan cara untuk membangun sebuah rumah yang nyaman untuk anak-anak yatim piatu? Dimana aku ketika ia telah mampu memberikan seluruh penghasilannya untuk kakak dan adik asuhnya? 

Sungguh semuanya membuatku hanya mampu tertunduk malu. Aku yang telah mengalami kehidupan dua kali lebih lama darinya, belum mampu berbuat sebanyak apa yang telah ia perbuat. Bahkan belum mampu menata hati untuk ikut menangis karena derita saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Untuk ikut menanggung derita Ibu Pertiwi Tanah Air Indonesia. Seringkali aku mengeraskan hati saat sesosok ibu tua meminta uluran tangan dariku. Bahkan aku tak pernah peduli pada kontribusiku untuk kemajuan negara ini.

Aku kagum pada kelembutan hatimu, Faiz. Aku kagum pada nilai yang diajarkan kedua orangtuamu. Kesabaran yang tidak berbatas, buah dari ketakwaan, bersama diri yang selalu bersyukur. Semoga Allah selalu menjagamu dalam ketaqwaan, adikku sayang..

Ya Allah, pada hari ini..
Aku menundukkan kepala dan hatiku
Memohon ampunan dari-Mu yang Maha Pemurah..

Sungguh aku manusia
Tak pandai bersyukur dalam ujian-Mu 
Tak bisa bersabar dalam karunia-Mu.. 

Pada hari ini Kau ingatkan kami

Untuk senantiasa mencintaiMu 
melebihi gelimang keindahan dunia..

Untuk senantiasa mencintai senyuman 

di wajah saudara-saudara kita 
melebihi gelimang harta benda..
Untuk senantiasa menebar kebaikan 
di muka bumi..

Aku memohon pada-Mu

Wahai Kekasih 
Yang Maha Lembut
Berikanlah kami kelembutan hati
sehingga cinta ini 
selalu tercurah atas nama-Mu 

Wednesday, December 22, 2010

Aku (Benar-Benar) Ingin Menjadi Penulis

Aku sering bercita-cita untuk menjadi seorang penulis. Sering? Ya! karena begitu seringnya keinginanku muncul, sesering itu pula aku membiarkannya lewat begitu saja. Tak pernah kutekuni, sehingga keinginan itu terpendam kembali. Dan suatu saat, keinginan itu akan muncul lagi. Hal itu terus terjadi berulang-ulang kali, hingga beberapa waktu yang lalu aku tersadar. Aku (Benar-benar) ingin menjadi penulis!* 

Sedari kecil aku suka menulis diary, walau isinya hanya coretan abstrak mengenai perasaan sedih dan gundahku, atau puisi norak tentang cinta monyetku. Geli sendiri kalau membacanya lagi. Sewaktu aku SMP, aku pernah menulis beberapa buah cerpen.Teman-temanku menyukai cerpenku itu, mereka bilang mengharukan. Bahkan mereka selalu menunggu ada cerpen-cerpen berikutnya. Respon yang cukup positif juga aku dapatkan atas tulisanku yang aku posting di situs jejaring sosial. Cukuplah semua itu jadi modal untuk semakin membuatku percaya diri.

Karena itulah, walaupun bakatku hanya menulis diary sewaktu kecil, kemampuan menulisku hanya beberapa buah cerpen waktu SMP, dan respon positif hanya aku dapatkan dari teman-temanku sendiri (mudah-mudahan mereka jujur ), kini aku memutuskan untuk mendalami dunia penulisan. Mencoba untuk menjadi penulis walaupun masih pemula, dan masih amatir. Berharap suatu saat bisa menjadi penulis senior dan profesional. Tahukah anda bedanya penulis amatir dan profesional? Pengetahuan pertamaku tentang penulis ini kudapat dari blog MbakHelvy Tiana Rosa bahwa penulis profesional adalah penulis yang menjadikan menulis sebagai penghidupannya, sementara penulis amatir menjadikan menulis hanya sebagai hobinya.

Sebagai langkah pertamaku, aku telah membuat blog ini untuk mengingatkanku bahwa aku harus terus menulis. Mungkin terlambat dibanding kebanyakan orang. Tapi lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali. Selanjutnya, di bulan depan aku akan mengikuti  rekrutmen Forum Lingkar Pena Jakarta, dengan agenda pelatihan menulis 2 minggu sekali. Thanx to Mbak Yusi Rahmaniar yang telah memberikanku informasi mengenai rekrutmen FLP di bulan Januari. Mudah-mudahan ini adalah sebuah jalan yang Allah berikan kepadaku untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Aku ingin menulis untuk menjadi self-therapy bagi diriku sendiri. Aku juga ingin menulis untuk berbagi cerita dengan saudara-saudaraku di seluruh bumi. Aku juga ingin menulis untuk mendapatkan lebih banyak lagi ilmu. Dan tentu saja, mengutip kata adikku Siko Dian Sigit,menulislah untuk membawa perubahan pada dunia ini. Insya Allah.


* kata (benar-benar) digunakan untuk memberi efek serius pada niatku saat ini. Insya Allah! 

(Jakarta, 22 Desember 2010) 

Tuesday, December 21, 2010

Untuk 30 tahun yang akan datang


Ya Allah, Sang Pemilik semua mahluk didunia ini..
hari ini telah kau genapkan umur seorang mahluk-Mu yang hamba cintai
seorang mahluk yang telah menggenapkan separuh dien dalam kehidupanku
sebagian dari hidupku.. ayah dari buah hatiku..

Sang Maha Pengasih, izinkan hamba memohon kepadaMu hari ini..
Karuniakanlah kepadanya hidayah agar ia selalu mengingatMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada kami..
Karuniakanlah kepadanya kasih sayang agar ia selalu mencintai seluruh umatMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada gelimang harta..
Karuniakanlah kepadanya kesabaran agar ia selalu lulus dalam setiap ujianMu
mencintai-Mu melebihi cintanya kepada nafsu dunia..

Ya Rabb..
izinkan juga hamba meminta untuk 30 tahun yang akan datang..
jika engkau mencukupkan umurku hingga saat itu tiba.. 
kuingin cintaku untuknya masih indah seperti hari ini
tulus ikhlas berlandaskan cinta untukMu..
kuingin tanganku masih dapat memeluknya seperti hari ini
membangunkannya di 1/3 terakhir malam untuk mendekat kepada-Mu..
kuingin senyumku untuknya masih terukir seperti hari ini
meringankan langkahnya, menenangkan hatinya, menguatkan semangatnya..
untuk selalu menjadi hambaMu yang terbaik.

(Teruntuk Suamiku, Alhamdulillah Allah memanjangkan umurmu,, nikmat yang selalu kusyukuri dalam setiap hembusan nafas)
Jakarta, 25 Oktober 2010